20 fitur dalam yang harus dimiliki dalam pembuatan situs web

20 fitur website

20 fitur dalam yang harus dimiliki damam pembuatan situs web

Kalau kamu maksudnya โ€œfitur yang harus dimiliki oleh pembuat situs web (web builder)โ€, maka jumlahnya bisa bervariasi tergantung kebutuhan pengguna โ€” tapi secara umum ada sekitar 8โ€“12 fitur utama yang wajib dimiliki oleh pembuat situs web modern.

  1. Antarmuka Drag-and-Drop

    Antarmuka drag-and-drop adalah sistem desain visual di mana pengguna bisa memindah-pindahkan elemen (teks, gambar, tombol, kolom, widget) langsung di kanvas menggunakan kursor, tanpa menulis kode. Prinsipnya WYSIWYG (What You See Is What You Get): apa yang kamu lihat di editor akan sangat mirip saat dipublikasikan. Fitur ini menyederhanakan pembuatan layout kompleksโ€”mis. membuat grid foto, menata header, atau menambahkan block testimoniโ€”dengan cara โ€œseret dan lepasโ€.
    Selain kemudahan visual, editor drag-and-drop sering menyertakan aturan tata letak (snap grid, alignment guides), pilihan pengaturan responsif per breakpoint (desktop/tablet/HP), dan undo/redo. Hal ini mempercepat workflow bagi desainer non-teknis sekaligus memberi kontrol presisi bagi pengguna yang ingin menyesuaikan spacing, padding, dan alignment.
    Contoh: Wix dan Squarespace punya editor drag-and-dropโ€”kamu bisa seret komponen “Gallery” ke halaman, atur jumlah kolom, lalu tambahkan gambar tanpa kode. Di WordPress, plugin seperti Elementor memberikan pengalaman serupa.

  2. Template Desain (Theme Library)

    Template desain adalah kumpulan tata letak pra-desain (theme) yang bisa dipakai sebagai titik awal pembuatan situs. Template ini biasanya diorganisir berdasarkan industri atau tujuan (blog, portofolio, restoran, e-commerce) dan berisi layout halaman utama, halaman produk, blog post, dan style guide (font, warna, spacing). Template mempercepat proses pembuatan situs karena pengguna tinggal mengganti konten dan gambar.
    Selain itu, template berkualitas baik dirancang dengan praktik UX/UI yang baik: hierarki visual jelas, tipografi yang terbaca, dan navigasi yang intuitif. Platform sering menyediakan variasi template yang dioptimalkan untuk konversi (mis. landing page untuk pendaftaran), sehingga pemilik bisnis tak perlu ahli desain untuk mendapatkan tampilan profesional. Pengguna juga bisa menyimpan template kustom untuk digunakan ulang.
    Contoh: Template “Restaurant” yang sudah memiliki menu, reservasi form, dan layout galeri โ€” pengguna hanya ganti menu dan foto, lalu situs restoran siap online.

  3. Desain Responsif (Mobile-Friendly)

    Desain responsif memastikan tampilan situs menyesuaikan ukuran layar dan orientasi perangkat pengguna (desktop, tablet, smartphone). Ini melibatkan layout yang fleksibel (grid fluid), images yang berskala otomatis, dan aturan CSS/komponen yang berubah sesuai breakpoint. Karena sebagian besar lalu lintas web kini berasal dari perangkat mobile, responsivitas bukan sekadar fitur tambahanโ€”itu kebutuhan untuk aksesibilitas, SEO, dan pengalaman pengguna.
    Pembuat situs modern biasanya menawarkan preview responsif dan kontrol khusus per breakpoint (mis. sembunyikan elemen di mobile, ubah ukuran font untuk tablet). Fitur ini juga melibatkan optimasi performa mobile: lazy loading gambar, ukuran asset yang dikompresi, dan pengurangan script berat agar halaman cepat dimuat di jaringan seluler.
    Contoh: Saat mengubah ke mode mobile preview di editor, navbar otomatis menjadi โ€œhamburger menuโ€ sementara kolom tiga menjadi satu kolom vertikal untuk keterbacaan.

  4. Editor Konten yang Mudah Digunakan

    Editor konten memungkinkan pengguna menambahkan dan mengubah teks, gambar, video, dan block lain langsung di halaman. Fitur esensial meliputi editor teks rich-text (format heading, bold, link), drag-and-drop media upload, penyisipan video dari YouTube/Vimeo, dan pembuatan form sederhana. Editor yang baik memberikan inline editing (klik langsung pada teks untuk edit), block reuse (simpan blok sering pakai), dan preview instan.
    Fitur ini penting untuk penerbit yang sering memperbarui konten (blogger, pemilik usaha kecil). Integrasi manajemen media (media library) dengan tagging dan optimasi gambar (resize otomatis, alt text) membuat pengelolaan aset lebih efisien. Editor juga biasanya menyediakan kontrol akses kontenโ€”mis. draft, scheduled publish, dan versi revisiโ€”supaya tim bisa kolaborasi tanpa konflik.
    Contoh: Ingin menulis artikel? Tinggal pilih “New Post”, ketik di editor WYSIWYG, drag gambar ke paragraf, atur excerpt dan publish schedule.

  5. Hosting dan Domain Terintegrasi

    Hosting terintegrasi berarti platform pembuat situs menyediakan penyimpanan server, CDN (content delivery network), dan pengaturan server yang menangani pengiriman file situs ke pengunjung. Integrasi domain memudahkan pengguna membeli domain baru atau menghubungkan domain pihak ketiga lewat pengaturan DNS otomatis. Kombinasi ini menyederhanakan onboarding: pengguna tidak perlu menangani konfigurasi server, SSL manual, atau setting DNS yang kompleks.
    Platform biasanya menyediakan paket hosting berbeda (shared, VPS, dedicated) tergantung kebutuhan traffic dan sumber daya. Selain itu, hosting terintegrasi sering datang dengan fitur tambahan seperti backup otomatis, email hosting (opsional), dan manajemen cache untuk performa. Penting juga ada opsi ekspor/backup supaya pengguna tidak โ€œterkunciโ€ pada satu layanan.
    Contoh: Kamu mendaftar di Squarespace, membeli domain melalui dashboard, lalu situs langsung onlineโ€”hosting dan DNS sudah otomatis diatur.

  6. Keamanan Situs (SSL & Backup)

    Keamanan fundamental meliputi sertifikat SSL (HTTPS) untuk enkripsi data antara pengunjung dan server; tanpa SSL, browser menandai situs sebagai tidak aman. Selain SSL, platform harus memiliki backup otomatis (harian/mingguan), restore point, proteksi brute-force untuk login, dan monitoring keamanan (scan malware). Fitur keamanan juga mencakup update otomatis untuk komponen inti dan plugin untuk menutup celah kerentanan.
    Untuk e-commerce dan form yang mengumpulkan data pengguna, kepatuhan terhadap standar keamanan (mis. PCI-DSS untuk pembayaran) dan kebijakan privasi juga penting. Pengguna harus mudah mengaktifkan 2FA (two-factor authentication) dan melihat log aktivitas untuk audit. Penyedia hosting yang baik juga menawarkan firewall aplikasi web (WAF) dan proteksi DDoS.
    Contoh: Setelah instalasi, platform otomatis mengaktifkan SSL gratis (Let’s Encrypt) dan menyimpan backup setiap 24 jam; jika update plugin menyebabkan error, pengguna bisa restore versi semalam.

  7. Dukungan e-Commerce

    Fitur e-commerce mencakup katalog produk, manajemen inventaris, varian produk (ukuran/warna), keranjang belanja, proses checkout, gateway pembayaran (kartu kredit, PayPal, transfer bank, e-wallet), pajak, dan pengaturan ongkos kirim. Untuk penjual, penting ada dashboard order management, notifikasi email konfirmasi, dan integrasi fulfillment atau marketplace. Selain itu, dukungan kupon, diskon, dan laporan penjualan membantu strategi pemasaran.
    Pembuat situs yang fokus e-commerce juga harus mendukung produk digital (download setelah pembayaran), langganan (subscription), dan integrasi POS untuk penjualan offline. Skalabilitas (kapasitas traffic, jumlah produk) dan keamanan transaksi (enkripsi, kepatuhan PCI) adalah faktor penentu.
    Contoh: Di Shopify, pemilik toko dapat menambah produk dengan varian, mengatur berat untuk ongkos kirim, memilih gateway pembayaran, lalu memproses pesanan dan melihat laporan penjualan mingguan.

  8. SEO Tools

    SEO tools di platform memudahkan optimasi situs agar mudah ditemukan di mesin pencari: pengaturan meta title & description per halaman, URL slug yang dapat disesuaikan, tag canonical, pembuatan sitemap.xml otomatis, dan kemampuan menambahkan structured data/schema markup. Integrasi dengan Google Search Console dan Google Analytics memperlihatkan performa pencarian dan keyword yang mengarahkan trafik.
    Selain itu, platform membantu optimasi teknis: kontrol robots.txt, redirect 301/302, kecepatan halaman (lazy load, minify CSS/JS), dan mobile-friendliness. Fitur on-page SEO (heading structure, alt text untuk gambar) dan rekomendasi SEO (mis. skor Readability, suggestions untuk kata kunci) meningkatkan peluang peringkat organik. Pemilik konten juga perlu akses ke statistik organik untuk iterasi konten.
    Contoh: Sebelum publish halaman baru, editor meminta agar meta description diisi; platform otomatis men-generate sitemap dan menyarankan kata kunci berdasarkan judul.

  9. Integrasi Plugin atau Aplikasi

    Integrasi plugin/aplikasi memungkinkan menambah fungsionalitas tanpa membangun dari nol: live chat, email marketing (Mailchimp, SendGrid), booking calendar, CRM, analytics tambahan, social feed, dan plugin SEO. Marketplace plugin memberi fleksibilitasโ€”pengguna bisa memilih solusi khusus sesuai kebutuhan. Sistem harus menyediakan API atau webhook untuk integrasi deeper dengan sistem eksternal (ERP, CRM, payment provider).
    Penting platform memiliki mekanisme sandbox/testing dan manajemen versi plugin untuk mencegah konflik. Juga perlu ada governance: kontrol yang membatasi plugin pihak ketiga yang berbahaya dan mekanisme uninstall yang bersih. Untuk developer, dokumentasi API dan SDK membuat integrasi kustom lebih mudah.
    Contoh: Toko online menginstall plugin โ€œAbandoned Cart Recoveryโ€ yang mengirim email otomatis ke pengunjung yang meninggalkan keranjang, meningkatkan konversi.

  10. Analitik dan Statistik Pengunjung

    Dashboard analitik memberi data seperti jumlah pengunjung, pageviews, bounce rate, waktu rata-rata di halaman, konversi, dan sumber trafik (organik, langsung, referral, sosial). Data ini membantu pemilik situs memahami perilaku pengguna dan mengukur efektivitas kampanye pemasaran. Integrasi dengan alat lanjutan (Google Analytics 4, Hotjar untuk heatmaps) memberi insight mendalam seperti perjalanan pengguna dan titik drop-off.
    Fitur reporting harus memungkinkan segmentasi (per negara, perangkat, campaign UTM) dan export data untuk analisis lebih lanjut. Untuk e-commerce, metrik penjualan, conversion funnel, dan CLV (customer lifetime value) krusial. Visualisasi sederhana (grafik tren) plus metrik kunci harian/mingguan membuat pemilik situs cepat mengambil keputusan.
    Contoh: Dashboard menunjukkan bahwa 60% trafik datang dari Instagram; pemilik memutuskan push konten visual dan menambah landing page khusus kampanye.

  11. Dukungan Pelanggan & Tutorial

    Dukungan yang baik mencakup dokumentasi lengkap, video tutorial, knowledge base, serta support via chat/email/telepon. Untuk pengguna pemula, onboarding step-by-step, template walkthrough, dan setup wizard (mis. setting toko, pembayaran) mengurangi hambatan. Fitur komunitas (forum pengguna) juga bernilai untuk berbagi solusi dan trik.
    Respons support cepat sangat penting saat masalah operasional (checkout error, down time). Selain itu, sistem help desk yang terintegrasi (ticketing) memberi riwayat komunikasi dan SLA (service level agreement). Pelatihan berbayar atau konsultasi desain/SEO juga sering ditawarkan untuk pengguna yang butuh hasil profesional.
    Contoh: Ada masalah integrasi gateway pembayaran โ€” pengguna buka chat support, tim support memberi solusi dan, jika perlu, membantu konfigurasinya langsung.

  12. Kolaborasi dan Manajemen Pengguna

    Fitur kolaborasi memungkinkan beberapa pengguna bekerja bersama dengan peran dan izin yang berbeda (Admin, Editor, Designer, Viewer). Ini menghindari konflik (mis. dua orang edit halaman sama sekaligus) dan menjaga keamanan (membatasi akses ke pengaturan billing). Versi dan audit trail membantu rollback jika ada perubahan yang merusak situs.
    Untuk perusahaan atau agensi, perlu ada workflow publishing (draft โ†’ review โ†’ approve โ†’ publish), komentar inline di editor, dan kemampuan menetapkan tugas. Integrasi single sign-on (SSO) dan manajemen tim memudahkan pengaturan banyak pengguna. Selain itu fitur staging environment (salinan development dari situs) memungkinkan testing sebelum perubahan live.
    Contoh: Tim marketing membuat draft landing page, meminta review dari desainer; setelah approval, admin yang punya izin publish menempatkannya live.

  13. Harga Terjangkau & Paket Fleksibel

Fitur ini bukan sekadar soal murah, tapi soal keterjangkauan dan fleksibilitas paket. Platform pembuat situs web sebaiknya memiliki beberapa pilihan harga sesuai kebutuhan โ€” mulai dari versi gratis (free plan) dengan fitur dasar hingga paket profesional dengan domain, e-commerce, dan bandwidth besar. Paket fleksibel memungkinkan pengguna memulai tanpa investasi besar, lalu upgrade saat bisnis berkembang.
Model harga transparan juga penting: tanpa biaya tersembunyi, jelas apa saja yang didapat (misalnya bandwidth, penyimpanan, dukungan premium, jumlah halaman, atau produk). Struktur harga berbasis langganan (bulanan/tahunan) membuat pengguna bisa mengelola anggaran dengan mudah.
Contoh: Wix dan Weebly menawarkan paket gratis untuk eksperimen awal, lalu paket berbayar mulai sekitar $5โ€“$25/bulan untuk fitur profesional seperti domain kustom dan toko online.

  1. Integrasi Pembayaran (Payment Gateway Integration)

Integrasi pembayaran adalah fitur yang memungkinkan pengguna menerima pembayaran secara online langsung dari situs mereka. Pembuat situs web yang baik harus mendukung berbagai gateway pembayaran seperti PayPal, Stripe, Midtrans, Xendit, DANA, OVO, atau transfer bank lokal tergantung negara. Fitur ini harus mendukung multi-currency, pajak otomatis, serta laporan transaksi.
Integrasi ini sangat krusial untuk toko online, penyedia jasa, atau bahkan organisasi nirlaba yang menerima donasi. Selain metode pembayaran, sistem juga harus mendukung keamanan transaksi (SSL, enkripsi data kartu) dan kecepatan pemrosesan. Semakin mudah pelanggan membayar, semakin tinggi konversi penjualan.
Contoh: Situs e-commerce buatan dengan WordPress + WooCommerce dapat dihubungkan ke gateway seperti Midtrans atau Stripe sehingga pelanggan bisa membayar langsung dengan kartu kredit atau e-wallet.

  1. Optimasi Kecepatan dan Performa Situs

Kecepatan loading halaman berpengaruh besar pada pengalaman pengguna dan SEO. Pembuat situs harus memiliki sistem optimasi otomatis seperti kompresi gambar, caching, minifikasi file CSS/JS, lazy loading, serta penggunaan CDN (Content Delivery Network) global. Situs yang lambat bisa membuat pengunjung pergi dan menurunkan peringkat di Google.
Fitur performa juga mencakup pemantauan uptime dan sistem peringatan jika terjadi down. Selain itu, sistem hosting sebaiknya memiliki infrastruktur scalable agar tetap cepat meskipun traffic naik.
Contoh: Shopify otomatis mengoptimalkan gambar dan menggunakan CDN global agar halaman toko terbuka kurang dari 2 detik di seluruh dunia.

  1. AI Builder / Pembuat Otomatis dengan Kecerdasan Buatan

Fitur modern yang mulai banyak dipakai adalah AI Website Builder โ€” sistem yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat situs otomatis berdasarkan jawaban pengguna (jenis bisnis, gaya desain, warna, konten utama). AI dapat menghasilkan layout, teks, dan gambar dalam hitungan menit.
AI juga bisa membantu mengoptimasi konten (SEO, deskripsi produk, headline), menyarankan desain, dan menganalisis performa situs. Dengan ini, bahkan pengguna pemula tanpa pengalaman desain atau coding bisa memiliki situs profesional dengan cepat.
Contoh: Wix ADI (Artificial Design Intelligence) akan menanyakan โ€œJenis bisnis kamu apa?โ€ dan โ€œGaya desain yang kamu suka?โ€, lalu secara otomatis membuatkan situs lengkap dengan halaman About, Gallery, dan Contact.

  1. Multibahasa (Multi-Language Support)

Bagi pengguna global, kemampuan menampilkan situs dalam beberapa bahasa sangat penting. Fitur ini memungkinkan penerjemahan otomatis atau manual dari konten, serta deteksi otomatis bahasa pengunjung. Pembuat situs biasanya menawarkan editor terpisah untuk tiap bahasa agar pengguna dapat menyesuaikan konten sesuai konteks budaya.
Multi-language juga penting untuk SEO internasional (menggunakan tag hreflang), dan pengalaman pengguna yang lebih personal. Situs yang ramah bahasa ganda dapat memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan kredibilitas.
Contoh: Situs hotel menggunakan fitur multi-language untuk menampilkan versi Bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin agar tamu internasional mudah memahami informasi reservasi.

  1. Optimasi Aksesibilitas (Accessibility Features)

Aksesibilitas berarti situs dapat digunakan oleh semua orang, termasuk pengguna dengan disabilitas (tunanetra, tunarungu, dsb.). Pembuat situs harus mendukung fitur seperti pembacaan layar (screen reader support), kontras tinggi, navigasi keyboard, dan teks alternatif untuk gambar.
Selain aspek sosial, aksesibilitas juga diwajibkan di banyak negara (seperti standar WCAG 2.1). Fitur ini meningkatkan jangkauan pengguna dan reputasi merek. Pembuat situs bisa membantu dengan โ€œAccessibility Checkerโ€ yang memberi rekomendasi otomatis untuk perbaikan.
Contoh: Saat menambahkan gambar, sistem meminta alt text deskriptif (โ€œSeorang barista menuangkan kopiโ€) agar screen reader dapat membacakan deskripsi bagi pengguna tunanetra.

  1. Integrasi Media Sosial

Integrasi ini memungkinkan pengguna menghubungkan situs mereka dengan akun media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, LinkedIn, dan YouTube. Fitur ini meliputi tombol share, live feed, embed post, dan login melalui sosial media.
Dengan integrasi sosial, pengunjung dapat dengan mudah mengikuti, berbagi, dan berinteraksi dengan brand di platform lain. Ini juga membantu membangun kredibilitas dan meningkatkan trafik lintas kanal.
Contoh: Galeri foto di situs otomatis menampilkan feed Instagram terbaru, dan tombol โ€œFollow Usโ€ langsung mengarahkan ke akun sosial brand.

  1. Pusat Notifikasi dan Manajemen Email

Fitur ini memungkinkan pengguna menerima notifikasi penting seperti form submission, pesanan baru, komentar, atau masalah teknis situs. Pembuat situs yang baik juga menyediakan integrasi dengan email marketing (mis. Mailchimp atau Brevo) agar pengguna bisa mengirim newsletter otomatis ke pelanggan.
Sistem notifikasi yang terpusat membantu pemilik situs memantau aktivitas tanpa harus terus-menerus membuka dashboard. Fitur ini juga sering terhubung dengan aplikasi mobile agar pengguna bisa menerima alert real-time.
Contoh: Saat pelanggan mengisi form โ€œHubungi Kamiโ€, pemilik situs langsung menerima notifikasi email dan pesan di aplikasi selulernya.

 

Berikut ini adalah tabel lengkap yang berisi 20 fitur penting yang harus dimiliki oleh pembuat situs web modern. Setiap fitur dijelaskan secara singkat bersama contoh platform dan tingkat kepentingannya.

No Nama Fitur Penjelasan Singkat (Fungsi & Manfaat) Contoh Platform Tingkat Kepentingan
1 Antarmuka Drag-and-Drop Memudahkan pengguna membuat situs dengan cara menyeret elemen tanpa menulis kode. Meningkatkan efisiensi desain. Wix, Squarespace, Elementor Wajib
2 Template Desain (Theme Library) Menyediakan koleksi desain siap pakai untuk berbagai jenis situs agar pengguna bisa mulai cepat tanpa keahlian desain. Wix, WordPress, Weebly Wajib
3 Desain Responsif (Mobile-Friendly) Membuat tampilan situs otomatis menyesuaikan berbagai ukuran layar perangkat untuk pengalaman optimal. Shopify, Squarespace Wajib
4 Editor Konten yang Mudah Digunakan Memungkinkan pengguna menulis, mengedit, dan mengatur konten visual tanpa coding. WordPress, Wix, Webflow Wajib
5 Hosting dan Domain Terintegrasi Platform menyediakan hosting dan domain dalam satu sistem agar pengguna tidak perlu konfigurasi manual. Squarespace, Wix, Shopify Wajib
6 Keamanan Situs (SSL & Backup) Melindungi situs dari serangan dan kehilangan data dengan SSL, backup otomatis, dan proteksi login. WordPress.com, Shopify Wajib
7 Dukungan e-Commerce Menyediakan fitur toko online seperti katalog produk, keranjang belanja, pembayaran, dan pengiriman. Shopify, Wix, WooCommerce Wajib
8 SEO Tools Fasilitas untuk optimasi mesin pencari: meta tag, sitemap, struktur URL, integrasi Google Analytics. WordPress, Squarespace Wajib
9 Integrasi Plugin / Aplikasi Menambahkan fitur tambahan seperti live chat, email marketing, atau integrasi CRM. WordPress, Webflow Wajib
10 Analitik & Statistik Pengunjung Menampilkan data pengunjung, sumber trafik, dan konversi agar pengguna memahami performa situs. Wix, Google Analytics, Shopify Wajib
11 Dukungan Pelanggan & Tutorial Menyediakan bantuan teknis, dokumentasi, dan panduan langkah demi langkah. Wix, Weebly, Squarespace Wajib
12 Kolaborasi & Manajemen Pengguna Memungkinkan beberapa orang bekerja pada situs dengan peran berbeda (admin, editor, desainer). Webflow, WordPress, Notion Sites Wajib
13 Harga Terjangkau & Paket Fleksibel Menyediakan berbagai pilihan harga sesuai kebutuhan dan anggaran pengguna. Wix, Weebly, Zyro Penting (Tambahan)
14 Integrasi Pembayaran (Payment Gateway) Mendukung metode pembayaran online seperti kartu kredit, e-wallet, transfer bank. Shopify, WooCommerce, Wix Penting (Tambahan)
15 Optimasi Kecepatan & Performa Fitur caching, CDN, dan kompresi otomatis agar situs cepat diakses dan SEO meningkat. Shopify, Webflow Penting (Tambahan)
16 AI Website Builder (Kecerdasan Buatan) Sistem otomatis yang membangun situs berdasarkan jawaban pengguna dengan bantuan AI. Wix ADI, Durable, Hostinger AI Builder Inovatif (Premium)
17 Dukungan Multi-Bahasa Memungkinkan situs memiliki versi bahasa berbeda secara manual atau otomatis. Wix Multilingual, Webflow Penting (Tambahan)
18 Optimasi Aksesibilitas Menjamin situs bisa digunakan oleh semua orang termasuk penyandang disabilitas (WCAG 2.1 compliance). Squarespace, WordPress (plugin) Penting (Tambahan)
19 Integrasi Media Sosial Menghubungkan situs dengan akun sosial media untuk meningkatkan engagement dan trafik. Wix, Weebly, Webflow Penting (Tambahan)
20 Pusat Notifikasi & Manajemen Email Memberi notifikasi real-time (form, pesanan) dan integrasi dengan email marketing. Shopify, Mailchimp, Webflow Penting (Tambahan)