Menerapkan Pemisahan Concern (Separation of Concerns) untuk Skalabilitas dan Testability
Di awal proyek, kode yang berantakan mungkin terlihat cepat. Namun, ketika fitur bertambah, tim berkembang, dan kebutuhan bisnis berubah, kode berubah menjadi spaghetti code yang sulit dipelihara, diuji, dan diperluas. Untuk proyek Flutter skala besar, adopsi Clean Architecture bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.
Clean Architecture, dipopulerkan oleh Robert C. Martin (Uncle Bob), adalah peta jalan untuk membangun aplikasi yang testable, maintainable, dan scalable dengan memisahkan masalah secara ketat ke dalam lapisan-lapisan.
- Inti dari Clean Architecture: The Dependency Rule
Prinsip terpenting adalah Dependency Rule: Kode di bagian dalam tidak boleh tahu tentang kode di bagian luar. Ketergantungan (panah pada diagram) harus selalu mengarah ke dalam. Ini memastikan bahwa lapisan inti (Domain) independen dari teknologi eksternal (Flutter, Database, API).
- Manfaat Utama:
- Testability: Lapisan Domain dapat diuji sepenuhnya tanpa mocking UI atau API.
- Maintainability: Perubahan di lapisan luar (misalnya, mengganti database) tidak memengaruhi logika bisnis inti.
- Skalabilitas: Memudahkan penambahan fitur baru dengan mengikuti struktur yang sudah ditetapkan.
- Tiga Lapisan Fundamental di Flutter
Clean Architecture membagi aplikasi menjadi tiga lapisan utama:
- Domain Layer (Inti Bisnis)
- Tanggung Jawab: Logika bisnis inti dan entitas. Tidak ada impor dari Flutter atau paket eksternal (kecuali Dart standar).
- Komponen:
- Entities: Model data murni.
- Repositories: Kontrak (Interface/abstract class) yang mendefinisikan apa yang harus dilakukan oleh lapisan data.
- Use Cases (Interactors): Fungsi tunggal yang mengorkestrasi entities dan repositories untuk menjalankan satu logika bisnis spesifik (misalnya, UserLoginUseCase).
- Data Layer (Infrastruktur)
- Tanggung Jawab: Implementasi pengambilan dan penyimpanan data.
- Komponen:
- Repositories: Implementasi kontrak dari Domain Layer (misalnya, UserRepositoryImpl).
- Data Sources: Tempat API call atau Database query dilakukan.
- Data Models: Model yang spesifik untuk format API/DB.
- Presentation Layer (Tampilan)
- Tanggung Jawab: Menangani event UI dan menampilkan state kepada pengguna.
- Komponen: Widgets, Pages, dan State Management (misalnya BLoC atau Riverpod). Lapisan ini berkomunikasi dengan Domain Layer melalui Use Cases.
III. Menghubungkan Lapisan: Dependency Injection (DI)
Dependency Injection adalah mekanisme untuk memberikan objek yang dibutuhkan oleh sebuah class. Dalam Clean Architecture, DI digunakan untuk memasukkan ketergantungan (misalnya, memasukkan Repository ke Use Case, dan Use Case ke State Management).
- Implementasi: Menggunakan library seperti get_it atau fitur DI bawaan Riverpod untuk menciptakan loose coupling (keterikatan yang longgar) antar komponen.
Kesimpulan: Investasi Jangka Panjang
Menerapkan Clean Architecture mungkin memerlukan waktu lebih di awal proyek. Namun, ini adalah investasi krusial yang menjamin bahwa proyek Flutter Anda dapat diskalakan dan dipertahankan oleh tim yang berbeda selama bertahun-tahun. Disiplin dalam memisahkan concern adalah fondasi untuk kode yang bersih, mudah diuji, dan tahan masa depan.







