TOPOLOGI FIBER OPTIK CWDM
Coarse Wavelength Division Multiplexing (CWDM) adalah teknologi kunci dalam jaringan fiber optik yang memungkinkan beberapa aliran data ditransmisikan secara bersamaan melalui satu helai serat optik menggunakan panjang gelombang cahaya yang berbeda. Teknologi ini sangat populer karena menawarkan peningkatan kapasitas bandwidth yang signifikan dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan teknologi saudaranya, DWDM (Dense WDM).
Topologi jaringan CWDM umumnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan di jaringan metropolitan (Metro) dan jaringan akses (Access Network), di mana jarak tempuh relatif pendek (umumnya hingga 80 km) dan biaya adalah faktor krusial.
Topologi Point-to-Point (Titik-ke-Titik)
Ini adalah konfigurasi CWDM yang paling sederhana dan paling umum.
- Cara Kerja: Dua lokasiโmisalnya, dua gedung perkantoran, dua data center, atau kantor pusat dengan kantor cabangโdihubungkan oleh satu helai serat optik. Di kedua ujungnya dipasang perangkat Mux/Demux (Multiplexer/Demultiplexer).
- Fungsi: Multiplexer di satu ujung menggabungkan (multipleks) beberapa sinyal dari berbagai sumber (seperti Ethernet, video, atau SAN) ke dalam panjang gelombang cahaya yang berbeda. Sinyal-sinyal ini kemudian berjalan melalui satu serat optik. Di ujung penerima, Demultiplexer memisahkan sinyal-sinyal tersebut kembali ke jalur aslinya.
- Keunggulan: Mudah dipasang, andal, dan sangat efisien dalam memaksimalkan penggunaan serat optik tunggal antara dua titik yang memiliki sumber daya serat terbatas.
Topologi Ring (Cincin)
Topologi cincin sangat umum digunakan dalam jaringan metropolitan karena menawarkan fitur perlindungan dan redundancy (cadangan).
- Cara Kerja: Node-node (titik-titik akses atau switch) dihubungkan dalam bentuk lingkaran tertutup. Topologi ini menggunakan perangkat yang disebut OADM (Optical Add/Drop Multiplexer) di setiap node.
- Fungsi: OADM memungkinkan node di sepanjang cincin untuk menambahkan (add) atau mengeluarkan (drop) panjang gelombang tertentu tanpa mengganggu panjang gelombang lain yang sedang melewati node Panjang gelombang yang tidak di-“drop” akan terus berjalan ke node berikutnya.
- Keunggulan:
- Perlindungan (Protection): Jika serat optik di satu titik terputus, lalu lintas data dapat secara otomatis dialihkan ke arah lain di dalam cincin (self-healing), menjaga koneksi tetap berjalan.
- Efisiensi Metro: Ideal untuk menghubungkan banyak node (misalnya menara seluler atau hub DSLAM) di sepanjang rute fisik perkotaan.
Topologi Point-to-Multipoint (Rantai Linear atau Drop-and-Continue)
Topologi ini sering disebut sebagai rantai linear di mana node–node dihubungkan secara berurutan.
- Cara Kerja: Jaringan dimulai dari node pusat (Hub) dan mengalir melalui serangkaian node OADM lainnya. Setiap node secara selektif menambahkan atau mengeluarkan layanan.
- Fungsi: Mirip dengan Ring, tetapi tidak menutup lingkaran. Ini cocok untuk menghubungkan kantor-kantor cabang yang berada di sepanjang jalur jalan utama.
- Keunggulan: Lebih murah dan lebih mudah dipasang daripada Ring jika persyaratan redundancy tidak terlalu ketat, dan cocok untuk mendistribusikan beberapa layanan dari satu titik pusat ke banyak titik akses.
Mengapa CWDM Memungkinkan Topologi Ini?
Kunci efektivitas CWDM dalam topologi ini terletak pada jarak antar-panjang gelombang (channel spacing) yang lebar (20 nm). Jarak yang lebar ini memungkinkan CWDM menggunakan komponen optik yang tidak didinginkan dan lebih sederhana, sehingga:
- Biaya Lebih Murah: Peralatan Mux/Demux dan OADM menjadi jauh lebih terjangkau.
- Instalasi Mudah: CWDM tidak memerlukan manajemen suhu yang kompleks seperti DWDM.
Meskipun memiliki keterbatasan jarak dan jumlah channel yang lebih sedikit (umumnya 4 hingga 8 channel yang populer), CWDM tetap menjadi pilihan paling layak dan paling cost-effective untuk meningkatkan kapasitas jaringan fiber optik di area metropolitan dan akses yang padat.







