Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan sistem pembelajaran daring, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong warganya untuk memahami dan menerapkan etika digital di era kampus siber. Etika digital tidak hanya berbicara tentang cara berperilaku di dunia maya, tetapi juga mencakup bagaimana mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi untuk kegiatan akademik dan sosial.
Budaya Literasi Digital di Kampus Siber
Perkembangan teknologi menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Budaya literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, serta memilah konten yang relevan dan dapat dipercaya.
Di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, literasi digital menjadi bagian penting dari ekosistem pembelajaran. Civitas akademika didorong untuk aktif mencari informasi ilmiah yang valid, memahami keamanan data pribadi, serta memanfaatkan platform digital untuk pengembangan diri dan akademik. Dengan budaya literasi digital yang kuat, mahasiswa dapat menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan beretika.
Etika Bermedia Sosial
Media sosial menjadi ruang publik baru bagi mahasiswa dan tenaga pendidik untuk berinteraksi dan berbagi informasi. Namun, penggunaan media sosial juga perlu diiringi dengan etika bermedia yang baik. Menjaga tutur kata, menghargai privasi orang lain, tidak menyebarkan hoaks, serta berpikir sebelum membagikan informasi adalah bagian dari etika digital yang perlu dijaga.
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mengingatkan bahwa jejak digital bersifat permanen. Karena itu, pengguna media sosial diharapkan mampu mencerminkan nilai-nilai keislaman, kesantunan, dan keilmuan dalam setiap aktivitas daring.
Tanggung Jawab dalam Penggunaan Teknologi
Sebagai kampus berbasis siber, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Setiap individu memiliki peran dalam menjaga keamanan sistem, melindungi data pribadi, serta menggunakan sumber daya digital dengan bijak. Penggunaan perangkat lunak ilegal, penyebaran konten yang melanggar hak cipta, maupun penyalahgunaan akses digital dapat merugikan banyak pihak dan mencederai integritas akademik.
Melalui pembinaan berkelanjutan dan kegiatan literasi digital, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen membangun generasi digital yang beretika, berpengetahuan, dan bertanggung jawab. Etika digital bukan hanya menjadi aturan, tetapi budaya yang mengakar dalam kehidupan akademik kampus siber.







