5 Tips Keamanan Data Pribadi bagi Mahasiswa dan Dosen

Di era digital, keamanan data pribadi menjadi hal yang sangat penting bagi civitas akademika. Mahasiswa dan dosen kini bergantung pada sistem daring untuk kegiatan akademik, mulai dari mengakses e-learning, menyimpan tugas, hingga berkomunikasi melalui email kampus. Namun, tanpa kesadaran keamanan yang baik, data pribadi seperti NIM, alamat email, atau file akademik dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Agar tetap aman dan terlindungi, berikut 5 tips keamanan data pribadi yang perlu diterapkan oleh mahasiswa dan dosen, khususnya di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan kampus berbasis digital lainnya.

  1. Gunakan Password yang Kuat dan Unik

Password adalah gerbang utama keamanan digital Anda. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol agar sulit ditebak. Hindari menggunakan tanggal lahir, nama lengkap, atau kata yang mudah ditebak seperti password123.

Disarankan juga untuk mengganti kata sandi secara berkala dan menggunakan pengelola kata sandi (password manager) agar semua akun tersimpan aman.

  1. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)

Banyak sistem akademik, termasuk platform email dan e-learning, kini menyediakan fitur autentikasi dua faktor (2FA). Fitur ini menambahkan lapisan keamanan tambahan dengan meminta kode verifikasi yang dikirim ke ponsel atau email setiap kali login.

Dengan mengaktifkan 2FA, meskipun password Anda diketahui orang lain, akun tetap terlindungi karena mereka tidak memiliki kode verifikasi tersebut.

  1. Waspadai Phishing dan Email Palsu

Phishing adalah upaya penipuan digital yang sering meniru email resmi kampus atau dosen. Ciri-cirinya adalah permintaan untuk mengklik tautan mencurigakan, mengisi data pribadi, atau mengunduh lampiran berbahaya.

Tips aman:

  • Selalu periksa alamat pengirim email.
  • Jangan klik tautan atau lampiran dari sumber tidak dikenal.
  • Jika ragu, hubungi PUSTIKOM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk verifikasi.
  1. Hindari Mengakses Akun Pribadi di Jaringan Publik

Wi-Fi publik di kafe atau tempat umum sering tidak terenkripsi, sehingga rawan peretasan. Hindari login ke akun kampus, email, atau media sosial menggunakan jaringan publik.

Jika terpaksa, gunakan VPN (Virtual Private Network) agar koneksi internet Anda terenkripsi dan data pribadi tidak mudah disadap.

  1. Simpan dan Backup Data Akademik Secara Aman

Data akademik seperti skripsi, penelitian, atau dokumen penting harus disimpan di tempat yang aman. Gunakan penyimpanan cloud resmi kampus seperti Google Workspace for Education atau server internal yang dikelola PUSTIKOM.

Lakukan backup rutin ke media penyimpanan eksternal seperti flashdisk atau hard disk, agar tidak kehilangan data penting akibat serangan malware atau kerusakan perangkat. Menjaga keamanan data pribadi bukan hanya tanggung jawab PUSTIKOM, tetapi juga tanggung jawab seluruh mahasiswa dan dosen. Dengan menerapkan 5 tips keamanan data pribadi di atas mulai dari penggunaan password kuat hingga kewaspadaan terhadap phishing maka privasi dan informasi akademik akan tetap terlindungi. Melalui kebiasaan digital yang aman, kita dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan kampus siber yang aman, produktif, dan terpercaya.