Dalam era digital, keberhasilan sebuah sistem teknologi informasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, tetapi juga oleh sejauh mana sistem tersebut mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Di lingkungan kampus, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan memiliki kebutuhan digital yang beragam.
Karena itu, PUSTIKOM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menerapkan prinsip Layanan IT Ramah Pengguna dengan pendekatan Human-Centered Design โ sebuah metode pengembangan sistem yang berfokus pada pengalaman, perilaku, dan kebutuhan nyata pengguna akhir.
Pendekatan ini memastikan setiap inovasi teknologi kampus benar-benar memberikan manfaat nyata, bukan hanya menambah kompleksitas.
Apa Itu Human-Centered Design?
Human-Centered Design (HCD) adalah pendekatan dalam perancangan teknologi yang berfokus pada manusia sebagai pengguna utama. Prinsip utamanya adalah memahami masalah dari sudut pandang pengguna, bukan dari asumsi pengembang.
Tahapan utama dalam HCD meliputi:
- Empati terhadap pengguna โ memahami kebutuhan, tantangan, dan konteks pengguna.
- Definisi masalah nyata โ merumuskan isu utama yang harus diselesaikan.
- Ideasi dan prototipe โ menciptakan ide dan rancangan awal yang bisa diuji.
- Uji coba dengan pengguna โ mendapatkan umpan balik untuk perbaikan berkelanjutan.
Dengan menerapkan prinsip ini, PUSTIKOM berupaya membangun layanan IT yang benar-benar mudah diakses, intuitif, dan inklusif bagi seluruh civitas akademika.
Implementasi Human-Centered Design di Lingkungan Kampus
PUSTIKOM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah mengadopsi pendekatan human-centered dalam berbagai pengembangan layanan digital kampus, seperti:
- Portal Akademik yang Responsif dan Mudah Dipahami
Antarmuka sistem dibuat sederhana dengan navigasi yang jelas agar mahasiswa dan dosen dapat mengakses informasi akademik tanpa kesulitan. - Layanan Helpdesk Digital yang Cepat dan Empatik
Sistem helpdesk dikembangkan berdasarkan kebutuhan pengguna: fitur pelaporan mudah, respons cepat, dan komunikasi yang transparan. - Aplikasi Mobile PPID
Aplikasi ini dirancang agar masyarakat dapat mengakses informasi publik kampus dengan antarmuka yang sederhana dan ramah pengguna. - Integrasi Sistem Informasi
Pengguna tidak perlu mengakses banyak platform karena data akademik, kepegawaian, dan keuangan diintegrasikan dalam satu portal.
Pendekatan ini membuktikan bahwa teknologi yang efektif harus berpusat pada manusia, bukan sekadar pada sistem.
Mengapa Layanan IT Ramah Pengguna Itu Penting?
- Meningkatkan Kepuasan Pengguna
Sistem yang mudah digunakan mengurangi frustrasi pengguna dan meningkatkan produktivitas. - Mendorong Efisiensi Operasional
Ketika pengguna memahami sistem dengan cepat, beban kerja tim IT berkurang dan proses layanan menjadi lebih efisien. - Menumbuhkan Kepercayaan terhadap Teknologi Kampus
Layanan yang responsif dan humanis memperkuat citra kampus sebagai institusi digital yang peduli pada penggunanya. - Meningkatkan Akseptabilitas Inovasi Digital
Sistem yang ramah pengguna lebih mudah diterima dan diadaptasi oleh seluruh sivitas akademika.
Dengan demikian, Layanan IT Ramah Pengguna bukan hanya soal tampilan antarmuka, melainkan tentang bagaimana teknologi benar-benar memudahkan kehidupan pengguna.
ย PUSTIKOM: Membangun Teknologi dengan Sentuhan Manusia
Sebagai pusat teknologi informasi kampus siber, PUSTIKOM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen mengembangkan sistem yang tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga relevan secara sosial. PUSTIKOM secara rutin melakukan survei kepuasan pengguna, forum umpan balik, dan uji coba antarmuka sistem untuk memastikan setiap layanan digital memenuhi ekspektasi pengguna. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan benar-benar berbasis kebutuhan nyata, bukan asumsi pengembang.
APendekatan ini sejalan dengan visi kampus untuk mewujudkan layanan digital yang inklusif, efektif, dan berkelanjutan. Layanan IT Ramah Pengguna adalah kunci utama dalam membangun ekosistem digital kampus yang sehat dan produktif. Melalui penerapan Human-Centered Design, PUSTIKOM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang memahami manusia. Dengan terus mengutamakan empati, kolaborasi, dan evaluasi berkelanjutan, PUSTIKOM menjadi pelopor transformasi digital yang ramah, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata pengguna.







