PUSTIKOM Kembangkan Aplikasi Manajemen Risiko untuk Perkuat Tata Kelola Digital Kampus

Pada 23 April 2026, PUSTIKOM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar rapat pengembangan Aplikasi Manajemen Risiko di Ruang Rapat PUSTIKOM. Kegiatan ini membahas penguatan sistem digital melalui implementasi Aplikasi Manajemen Risiko yang terintegrasi dan terukur. Selain itu, rapat tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung tata kelola kampus yang akuntabel dan efektif.

Kegiatan ini menghadirkan Kepala SPI, Budi Affandi, S.Ag., M.Pd.I., Kepala PUSTIKOM Riyanto, S.T., M.Kom., serta Tim Manajemen Risiko yang terdiri atas Haulah Nakhwatunnisa, M.Si. dan Umamatul Bahiyah, S.Ag., M.Pd. Rapat membahas kebutuhan sistem dan alur pengelolaan risiko di lingkungan kampus.

Pembahasan Sistem dan Integrasi Data

Dalam rapat tersebut, Tim PUSTIKOM memaparkan rancangan pengembangan aplikasi berbasis digital. Riyanto menjelaskan bahwa tim pengembang merancang aplikasi untuk mempermudah identifikasi dan pemantauan risiko kerja setiap unit. Oleh karena itu, sistem ini akan membantu unit kerja menyusun laporan secara lebih cepat dan terstruktur.

Selain itu, Tim PUSTIKOM akan mengintegrasikan aplikasi dengan kebutuhan administrasi dan pengawasan internal kampus. Dengan demikian, setiap unit dapat mengelola data risiko secara lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik. Sementara itu, Tim Manajemen Risiko menyampaikan masukan terkait kebutuhan fitur dan mekanisme evaluasi.

Haulah Nakhwatunnisa menegaskan pentingnya sistem yang mudah digunakan oleh seluruh unit kerja. Menurutnya, aplikasi harus mendukung proses monitoring dan evaluasi secara berkala. Lebih lanjut, aplikasi tersebut dapat membantu pimpinan mengambil keputusan berbasis data yang akurat.

Penguatan Tata Kelola Kampus

Kepala SPI, Budi Affandi, menyampaikan bahwa pengembangan aplikasi menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola institusi. Selain itu, sistem digital dapat meningkatkan transparansi serta efektivitas pengawasan internal. Oleh karena itu, seluruh unit perlu memperkuat kolaborasi dalam proses pengembangan sistem.

Budi juga menekankan pentingnya sinergi antara SPI, Tim Manajemen Risiko, dan PUSTIKOM selama proses pengembangan aplikasi. Dengan demikian, tim pengembang dapat menyesuaikan implementasi sistem dengan kebutuhan institusi. Selanjutnya, peserta rapat akan menggunakan hasil pembahasan sebagai dasar pengembangan tahap berikutnya.

Sementara itu, Umamatul Bahiyah menyampaikan bahwa manajemen risiko memerlukan dukungan teknologi yang adaptif dan berkelanjutan. Menurutnya, sistem digital mampu membantu unit kerja memetakan potensi risiko secara lebih sistematis. Selain itu, aplikasi tersebut dapat mendorong budaya kerja yang lebih tertib dan terukur.

Komitmen Transformasi Digital Kampus

Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmen dalam memperkuat transformasi digital kampus. Pengembangan aplikasi menjadi langkah nyata untuk mendukung pengelolaan risiko yang modern dan terintegrasi. Oleh karena itu, kampus terus mendorong inovasi layanan berbasis teknologi informasi.

Selain mendukung efektivitas kerja, aplikasi ini juga dapat meningkatkan kualitas tata kelola institusi. Dengan demikian, setiap proses pengawasan dan evaluasi dapat berjalan lebih optimal. PUSTIKOM berharap pengembangan sistem ini mampu mendukung terciptanya layanan yang profesional, transparan, dan akuntabel.