PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tingkatkan Kualitas Website melalui BIMTEK Pengisian Eviden PPID 2026

PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar BIMTEK Pengisian Eviden PPID 2026 pada 20โ€“22 April 2026 di Grand Cordela Kuningan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan keterbukaan informasi publik melalui pengisian eviden website PPID. Selain itu, kegiatan tersebut sebagai langkah strategis untuk mendukung tata kelola informasi yang transparan dan akuntabel.

Rektor Tekankan Penguatan Keterbukaan Informasi

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., selaku Atasan PPID secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya penguatan sistem keterbukaan informasi di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu, ia mendorong seluruh unit kerja untuk meningkatkan kualitas layanan informasi publik secara berkelanjutan.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola kampus yang modern dan terpercaya. Oleh karena itu, setiap pengelola PPID perlu menghadirkan layanan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses masyarakat. Pengelola website PPID harus memprioritaskan optimalisasi layanan digital kampus.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Keuangan, dan Kepegawaian sekaligus Ketua PPID Utama Universitas, Dr. H. Susari, M.A., menyampaikan laporan kegiatan. Ia menegaskan bahwa BIMTEK PPID memiliki urgensi tinggi dalam mendukung tata kelola informasi publik yang berkualitas. Dengan demikian, peserta dapat memahami standar layanan informasi sesuai regulasi yang berlaku.

Penguatan Regulasi Keterbukaan Informasi

Pada hari pertama, Dr. H. Syafrudin, M.Pd. selaku praktisi PPID membahas substansi KMA Nomor 1518 Tahun 2025. Ia menjelaskan bahwa regulasi tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat sistem keterbukaan informasi di lingkungan Kementerian Agama. Selain itu, regulasi tersebut mendorong setiap satuan kerja untuk meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik.

Menurutnya, pengelola informasi publik harus menjalankan layanan secara sistematis dan terukur. Oleh karena itu, setiap unit perlu menyusun eviden layanan informasi secara lengkap dan berkelanjutan. Selanjutnya, pengelola PPID harus memastikan masyarakat dapat mengakses informasi secara mudah.

Ia menambahkan bahwa website PPID menjadi wajah utama pelayanan informasi publik di era digital. Dengan demikian, pengelola website perlu memperhatikan kualitas konten, keterbaruan data, serta kemudahan akses pengguna. Lebih lanjut, keterbukaan informasi yang baik dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.

Bedah Website dan Pengenalan Fitur Baru

Pada hari kedua, Siti Ajijah, S.H., M.H. bersama Reno Bima Yudha dari Komisi Informasi Publik membedah website PPID milik setiap unit kerja. Mereka mengulas berbagai aspek penting dalam pengelolaan website layanan informasi publik. Selain itu, mereka juga mengevaluasi tampilan dan kelengkapan eviden website peserta.

Siti Ajijah menjelaskan pentingnya penyusunan Daftar Informasi Publik atau DIP secara tepat. Oleh karena itu, setiap unit harus memahami klasifikasi informasi yang wajib tersedia secara berkala. Selanjutnya, penyusunan DIP yang baik akan memudahkan pelayanan informasi kepada masyarakat.

Kegiatan BIMTEK PPID juga menghadirkan Kepala PUSTIKOM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Riyanto, S.T., M.Kom. Dalam sesi tersebut, ia memperkenalkan fitur terbaru website PPID yang memiliki tampilan lebih friendly dan adaptif. Website PPIDย  juga menghadirkan fitur aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Riyanto menegaskan bahwa PUSTIKOM akan terus mengembangkan website PPID secara berkelanjutan. PUSTIKOM berkomitmen menghadirkan layanan digital yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna. Kegiatan BIMTEK PPID ini diharapkan mampu memperkuat budaya keterbukaan informasi di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.