Ledakan Investasi Data Center di 2026: AI Dorong Kebutuhan Kapasitas Infrastruktur Hingga 100 GW

Jakarta — Lanskap infrastruktur digital global tengah memasuki fase supercycle atau siklus investasi super besar pada tahun 2026. Hal ini didorong oleh adopsi masif Artificial Intelligence (AI) dan komputasi awan (cloud computing). Lonjakan permintaan pemrosesan data memaksa para operator fasilitas kolokasi dan hyperscaler untuk mendesain ulang arsitektur pusat data mereka secara fundamental.

Menurut laporan riset terbaru, sektor data center kini bukan lagi sekadar tempat penyimpanan data, melainkan pabrik komputasi yang membutuhkan daya raksasa dan teknologi pendingin tingkat lanjut.

Transformasi Desain: Liquid Cooling dan High-Density Racks

Pada tahun 2026, desain data center konvensional mulai ditinggalkan. Standar industri kini mengarah pada high-density racks (rak dengan kepadatan tinggi) yang mampu menangani beban daya mendekati 100 kW per rak. Peningkatan kepadatan ini merupakan respons langsung terhadap kebutuhan kluster Graphics Processing Unit (GPU) yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model bahasa besar (LLM).

Sebagai dampaknya, sistem pendingin udara tradisional tak lagi sanggup mengelola panas yang dihasilkan. Teknologi liquid cooling (pendingin cair) kini menjadi standar wajib dalam pembangunan data center generasi baru untuk memastikan efisiensi termal dan menekan Power Usage Effectiveness (PUE).

Angka dan Data Kunci Pertumbuhan Data Center:

  • Proyeksi Pasar: Valuasi pasar data center global diperkirakan melonjak dari USD 386,71 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 430,18 miliar di tahun 2026, dan diproyeksikan menembus angka USD 1,1 Triliun pada 2035 (CAGR 11,06%).

  • Kebutuhan Investasi: Sektor ini membutuhkan suntikan dana sebesar USD 3 Triliun hingga tahun 2030 untuk membangun 100 GW kapasitas tambahan secara global.

  • Biaya Konstruksi: Biaya pembangunan data center terus merangkak naik akibat inflasi material dan kompleksitas desain. Pada tahun 2026, biaya rata-rata global mencapai USD 11,3 juta per Megawatt (MW), naik 6% dari tahun sebelumnya.

  • Dominasi AI: Beban kerja (workload) AI diprediksi akan mengambil alih 50% dari total operasional data center pada tahun 2030, di mana fase inference (penerapan model) akan mengalahkan fase training (pelatihan model) mulai tahun 2027.

Sumber Berita: Data dan proyeksi dihimpun dari JLL (Jones Lang LaSalle) 2026 Global Data Center Outlook dan Precedence Research.