Kegiatan Penguatan Penilaian Mandiri SPIP Terintegrasi dan Pelaporan Kinerja Organisasi berlangsung pada 24 Juni 2026 di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Satuan Tugas Manajemen Risiko menyelenggarakan kegiatan tersebut bersama Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI. Sementara itu, PUSTIKOM memberikan dukungan melalui pengembangan platform digital yang memudahkan implementasi SPIP di setiap unit kerja.
Aplikasi Manajemen Risiko menjadi inovasi digital yang dikembangkan UPT Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUSTIKOM) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mendukung implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Aplikasi Manajemen Risiko membantu setiap unit kerja mengidentifikasi, menganalisis, mengendalikan, dan memantau risiko secara terintegrasi. Inovasi ini memperkuat komitmen PUSTIKOM dalam mewujudkan tata kelola universitas yang akuntabel, transparan, dan adaptif.
Penguatan Manjamenen Resiko untuk Implementasi SPIP
PUSTIKOM terus mengembangkan sistem informasi yang mendukung proses identifikasi, pengendalian, serta pelaporan risiko organisasi. Selain itu, pengembangan aplikasi manajemen risiko mempercepat pengumpulan data, penyediaan dokumen pendukung, dan pemantauan tindak lanjut secara terintegrasi.
Melalui sistem tersebut, setiap unit kerja dapat mengelola risiko secara lebih sistematis. Selanjutnya, pimpinan memperoleh data yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis risiko. Pendekatan digital ini juga meningkatkan efisiensi proses administrasi dan pelaporan organisasi.
PUSTIKOM Perkuat Transformasi Tata Kelola Digital

Kepala UPT PUSTIKOM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Riyanto, S.T., M.Kom., menjelaskan bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola organisasi.
“Pengembangan sistem informasi tidak hanya berorientasi pada digitalisasi layanan. Kami juga memastikan setiap aplikasi mampu mendukung akuntabilitas, transparansi, serta pengelolaan risiko yang lebih efektif di seluruh unit kerja.”
Selain itu, PUSTIKOM terus melakukan penyempurnaan aplikasi agar selaras dengan kebutuhan implementasi SPIP Terintegrasi. Dengan demikian, seluruh proses pengelolaan risiko dapat berlangsung lebih cepat, terdokumentasi, dan mudah dipantau oleh pimpinan maupun unit pelaksana.
Kolaborasi Menuju Tata Kelola Kampus Modern

Penguatan SPIP tidak hanya bergantung pada regulasi. Lebih lanjut, implementasi SPIP memerlukan dukungan teknologi informasi yang andal dan terintegrasi. Oleh karena itu, PUSTIKOM menyediakan infrastruktur digital yang membantu setiap unit kerja mengelola risiko serta menyusun pelaporan kinerja organisasi secara lebih efektif.
Aplikasi Manajemen Risiko memungkinkan setiap unit kerja mencatat risiko, menyusun rencana mitigasi, dan memantau progres penyelesaian dalam satu platform. Sementara itu, integrasi data membantu pimpinan universitas mengevaluasi pelaksanaan manajemen risiko serta meningkatkan kualitas tata kelola secara berkelanjutan.
Satgas Manajemen Risiko, pimpinan universitas, dan PUSTIKOM terus memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan maturitas SPIP di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sinergi tersebut mendorong terwujudnya tata kelola kampus yang modern, profesional, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi sekaligus mempercepat transformasi digital universitas.








