Banyak pengguna laptop maupun komputer desktop mendadak panik ketika layar pertama saat booting menampilkan pesan:
“CMOS Message: A first boot or NVRAM reset condition has been detected.”

Bagi sebagian orang, pesan ini terlihat menyeramkan. Apalagi muncul sebelum masuk Windows dan terkadang disertai jam komputer yang berubah sendiri atau pengaturan BIOS yang kembali ke awal. Tidak sedikit pengguna langsung mengira motherboard rusak atau laptop mengalami kerusakan berat.
Padahal, dalam banyak kasus, pesan tersebut sebenarnya merupakan bentuk “peringatan dini” dari sistem BIOS/UEFI bahwa ada konfigurasi perangkat keras yang berubah, hilang, atau ter-reset.
Lalu apa sebenarnya arti pesan tersebut? Apakah berbahaya? Dan bagaimana cara mengatasinya?
Apa Itu CMOS dan NVRAM?
Sebelum membahas penyebabnya, penting memahami dua istilah yang muncul pada pesan tersebut, yaitu CMOS dan NVRAM.
CMOS
CMOS adalah chip kecil pada motherboard yang menyimpan pengaturan penting komputer seperti:
- Tanggal dan waktu
- Konfigurasi BIOS
- Urutan booting
- Pengaturan perangkat keras tertentu
Agar data ini tetap tersimpan meski komputer mati, motherboard menggunakan baterai kecil berbentuk koin, biasanya tipe CR2032.
NVRAM
Sementara itu, NVRAM (Non-Volatile Random Access Memory) merupakan media penyimpanan konfigurasi firmware modern pada sistem UEFI/BIOS generasi terbaru.
Ketika sistem mendeteksi data di area ini berubah atau terhapus, muncullah pesan:
“A first boot or NVRAM reset condition has been detected.”
Artinya komputer menganggap dirinya sedang melakukan boot pertama kali setelah reset konfigurasi.
Penyebab Utama Munculnya Pesan CMOS Message
🔋 1. Baterai CMOS Lemah atau Habis
Ini merupakan penyebab paling umum dan paling sering terjadi, terutama pada laptop atau PC yang sudah berumur beberapa tahun.
Baterai CMOS bertugas menjaga:
- Jam sistem tetap berjalan
- Pengaturan BIOS tetap tersimpan
- Konfigurasi hardware tidak hilang saat listrik mati
Ketika baterai mulai melemah:
- BIOS kembali ke setelan default
- Jam komputer berubah sendiri
- Sistem menganggap terjadi reset konfigurasi
- Pesan CMOS/NVRAM muncul setiap booting
Tanda-Tanda Baterai CMOS Mulai Habis
Biasanya pengguna akan mengalami beberapa gejala berikut:
- Jam dan tanggal sering kembali ke tahun lama
- Laptop meminta setting BIOS berulang kali
- Pesan CMOS muncul setiap dinyalakan
- Booting terasa lebih lama
- Kadang muncul error “Time and Date Not Set”
Jika gejala ini muncul bersamaan, kemungkinan besar baterai CMOS memang sudah waktunya diganti.
⚙️ 2. Baru Saja Melakukan Update BIOS
Pesan ini juga sering muncul setelah pengguna melakukan:
- Update BIOS/UEFI
- Flash firmware motherboard
- Reset BIOS ke default
- Clear CMOS manual
Hal ini sebenarnya normal.
Saat proses update BIOS berlangsung, sistem biasanya:
- Menghapus konfigurasi lama
- Membersihkan NVRAM
- Menyesuaikan firmware baru
- Membuat konfigurasi ulang
Akibatnya, pada boot pertama setelah update, komputer akan mendeteksi kondisi “first boot”.
Apakah Berbahaya?
Tidak.
Selama komputer masih bisa masuk Windows normal, pesan ini biasanya hanya pemberitahuan sementara.
🔌 3. Komputer Mati Mendadak atau Gangguan Listrik
Lonjakan listrik, listrik padam tiba-tiba, atau laptop kehabisan daya total juga bisa menyebabkan data NVRAM menjadi korup.
Kondisi ini sering terjadi ketika:
- Komputer mati paksa
- Kabel listrik tercabut mendadak
- PSU tidak stabil
- Tegangan listrik naik turun
Akibatnya BIOS mendeteksi adanya ketidaksesuaian data konfigurasi.
Pada beberapa kasus, sistem langsung melakukan reset otomatis demi menjaga kestabilan perangkat.
🧠 4. RAM Tidak Terpasang Sempurna
Meski jarang diketahui pengguna umum, modul RAM yang longgar juga bisa memicu reset konfigurasi BIOS.
Biasanya terjadi setelah:
- Membersihkan laptop
- Bongkar pasang RAM
- Upgrade memori
- Laptop terbentur
Sistem bisa mendeteksi perubahan hardware sehingga memicu konfigurasi ulang saat booting.
🛠️ 5. Motherboard Mengalami Error Ringan
Dalam kondisi tertentu, kerusakan ringan pada motherboard juga bisa menjadi pemicu munculnya pesan CMOS/NVRAM.
Misalnya:
- Jalur CMOS bermasalah
- Chip BIOS mulai melemah
- IC power tidak stabil
Namun kasus seperti ini relatif lebih jarang dibanding baterai CMOS habis.
Apakah Pesan Ini Berbahaya?
Jawabannya: tidak selalu.
Jika hanya muncul satu kali setelah:
- update BIOS,
- reset BIOS,
- atau bongkar hardware,
maka biasanya tidak ada masalah serius.
Namun jika pesan terus muncul setiap kali komputer dinyalakan, maka itu pertanda ada komponen yang perlu diperiksa, terutama baterai CMOS.
Langkah yang Harus Dilakukan Saat Pesan Ini Muncul
1. Tekan Enter atau OK
Langkah pertama paling sederhana adalah mengikuti instruksi di layar.
- Mengenal Jenis dan Cara Merawat Baterai Laptop: Jangan Sampai Salah Kebiasaan!
- SSD Tidak Muncul Saat Instal Windows di Laptop Intel Gen 11/12/13? ini Cara Mengatasi ‘We Couldn’t Find Any Drives’ Saat Instal Windows 11/10
- Mengenal Baterai BIOS: Komponen Kecil yang Sering Diabaikan, Tapi Sangat Penting untuk Komputer dan Laptop
Biasanya sistem tetap bisa melanjutkan booting ke Windows secara normal.
2. Periksa Tanggal dan Waktu
Setelah masuk Windows:
- cek jam,
- tanggal,
- dan zona waktu.
Jika berubah menjadi tahun lama seperti 2000 atau 2012, hampir pasti baterai CMOS sudah lemah.
3. Masuk ke BIOS dan Simpan Ulang Pengaturan
Caranya:
- Restart komputer
- Tekan tombol BIOS (biasanya F2, Del, Esc, atau F10)
- Pilih:
- Load Setup Defaults
- lalu Save & Exit
Langkah ini membantu sistem menyimpan ulang konfigurasi BIOS secara normal.
4. Ganti Baterai CMOS
Jika pesan terus muncul berulang:
- baterai CMOS kemungkinan sudah habis,
- terutama pada laptop/PC berusia lebih dari 3–5 tahun.






